Sabtu, 04 Januari 2014

KELAS SOSIAL DAN KELOMMPOK STATUS

KELAS SOSIAL DAN KELOMPOK STATUS

PERBEDAAN ANTARA KELAS SOSIAL DAN STATUS SOSIAL

Kelas sosial adalah statifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan atau perekonomian individu.

Status sosial adalah sekmpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralp Linton). Orang yang memiliki status sosial tinggi akan ditempaatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.

PEMILIKAN

Kepemilikan status sosial di masyarakat sangat di harapkan bagi sebagian besar masyarakat untuk bisa menaikan tingkat kelas sosial yang ada. Tidak dipungkiri bahwa status sosial sangatlah diperlukan individu untuk dapat bergaul di masyarakat luas tanpa merasa rendah kelas sosialnya.

DINAMIKA KELAS SOSIAL

Berbagai bentuk kelompok sosial menjadi bukti betapa urgent manusia berkelompok untuk saling memenuhi kebutuhan hidup. Ada macam-macam latar belakang manusia membentuk kelompok sosialnya. Latar belakang ini juga menentukan bentuk kelompok sosial serta pola dinamika didalamnya. Diantara bentuk kelompok sosial itu seperti Ghemeinschaft dan Gesellschaft. Dua bentuk kelompok sosial yang digagas oleh Ferdinand Tonnies.

Ghemeinschaft adalah bentuk kelompok sosial yang dilandasi kekeluargaan antar anggota yang erat serta hubungan yang intim. Ghemeinschaft sendiri memiliki variabel. Diantara variabel itu seperti ghemeinschaft by blood, by place, by mind. Jika kita observasi, masyarakat disekitar kita adalah contoh real dari tipologi ini. Skalanya bermacam-macam. Tidak hanya yang memiliki lingkup luas, namun juga sempit.

Diawali dengan interaksi antar individu, sebuah kompleks perumahan dimana terdapat banyak kepala keluarga tinggal akan sendirinya membentuk kelompok sosial yang semakin kuat dan intens. Sangat mungkin dari kelompok sosial yang sudah terbentuk tersebut akan membentuk sub-sub kelompok sosial lain atau organisasi yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan anggota masyarakat.

Dinamika yang sehat dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di dalam kelompok sosial, tergantung bagaimana nilai dan norma sosial serta kontrol sosial di dalam kelompok mampu dipertahankan dan dikendalikan. Setiap kelompok sosial pasti memiliki nilai dan norma yang berlaku. Karena adanya nilai dan norma tersebut maka dibutuhkan kontrol terhadap pelaksanaannya.

Meski individu anggota dikendalikan oleh kelompok beserta nilai dan norma didalamnya, namun kelompok sosial pada dasarnya juga merupakan bagian dari kelompok sosial lain yang lebih besar yaitu Negara. Negara, kaitannya dengan pengendalian konflik dan hak berserikat, menjadi pihak paling berpengaruh dalam melakukan kontrol dan pencegahan terjadinya konflik yang tidak diinginkan. Pengendalian konflik harus didasari landasan hukum atau regulasi yang disepakati oleh setiap masyarakat. Dengan adanya landasan yang kuat dan disepakati, Negara memiliki pedoman serta kekuasaan yang menjadi senjata baik dalam melakukan tindakan preventif maupun represif.

SOCIAL MOBILITY DAN KONSEKUENSINYA TERHADAP MARKET

Mobilitas social adalah suatu gerakan dalm struktur social yaitu pola-pola tertentu yang mengaur organisasi suatu kelompok social.

Tipe gerak social yaitu:

Gerak social vertika. Gerak social vertikak merupakan suatu perpindahan individu atau objek dari suatu kedudukan social ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat.
Gerak social vertical sesuai dengan aranhnya dibedakan menjadi dua lagi:

Gerak social vertical naik. Terdapat dua bentuk utama yaitu:
Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi.
Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.
Gerak social vertical turun. Terdapat dua bentuk utama diantaranya:
Turunya kedudukan individu  ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya.
Turunya derajat kelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai suatu kesatuan.
Gerak social horizontal. Gerak social merupakan suatu perpindaha individu atau objek social dari suatu kedudukan social ke kedudukan lainya yang sederajat.

Klasifikasi Geodemografi  dan Manfaat bagi Pemasar
Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapatan bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup dan kebiasaan konsumsi yang sama. Geodemografi  merupakan sebuah kombinasi dari karakteristik demografis dan gaya hidup konsumen dalam cluster geografis. perusahaan riset pemasaran telah mengembangkan system klasifikasi atau  Clusering yang mengidentifikasi segmen-segmen geodemografis yang berbeda.

Penetapan Sasaran Berdasarkan Geodemografis
Kata geodemografis adalah gabungan kata geografi dan demografi, yang secara indah mendiskripsikan targeting dalam bentuk ini. Dasar pemikiran menjadi landasan geodemographic targeting adalah bahwa orang-orang yang menetap diarea yang sama, misalnya bertetangga atau dalam satu zona kode area, juga memiliki persamaan dalam demografi dan gaya hidup. Beberapa perusahaan mengembangkan layanan yang menghilangkan batas area geografis kedalam common group atau cluster, dimana terdapat orang-orang dengan karakteristik  demografis serta gaya hidup yang sama.
Pemasaran untuk Pangsa Kelas Sosial
Kelas sosial kerap diterapkan pada masalah pemangsaan pasar, proses mendefinisikan kelompok pelanggan yang homogen dan membuat tawaran yang kuat secara khusus untuk mereka. Kelas social dirasakan sebagai konsep yang berguna untuk pemangsaan pasar didalam kerja pelopor.
Prosedur untuk pemangsaan pasar mencakupi langkah-langkah berikut:
1)    Identifikasi pemakaian kelas social dari produk.
2)   Perbandingan variabel kelas social untuk pemangsaan dengan variabel lain.
3)   Deskripsi karakteristik kelas social yang di identifikasi didalam target pasar.
4)   Perkembangan program pemasaran untuk memaksimumkan keefektifan bauran pemasaran yang didasarkan pada konsistensi dengan sifat kelas social.

PROSES PENCARIAN
Proses pencarian. Perbedaan kelas sosial membedakan pula pola informasi tentang suatu produk yang didapat oleh masing-masing individu, kelas bawah yang berada didaerah lebih terpencil akan susah mendapatkan informasi tentang suatu barang yang beredar dipasaran sedangkan orang kelas menengah keatas lebih mudah mendapatkan informasi tersebut.

SUMBER:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar