Sabtu, 04 Januari 2014

DINAMIKA KELOMPOK DAN KELOMPOK RUJUKAN

Dinamika Kelompok dan Kelompok Rujukan
A.   Kelompok Rujukan

Berikut beberapa klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya menurut para ahli :
v Kelompok primer dan sekunder.
Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya :
- Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage(perilaku yang kita tampakkan dalam suasana pribadi saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
- Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya.
- Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
- Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
- Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.

 Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif.

         v Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif melihat proses pembentukan kelompok secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga:
· kelompok tugas.
· kelompok pertemuan.
· kelompok penyadar.
Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru.
Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh setiap anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.

B.    Keluarga dan Studi Perilaku Konsumen
keluarga sangat penting didalam kehidupan setiap manusia, karena jika tidak ada keluarga maka hidup terasa hampa dan tidak berarti. Demikian halnya didalam memilih produk yang akan digunakan secara bersama. Keluarga dan studi perilaku konsumen erat kaitannya dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian suatu produk.
        
Contoh ; keluarga A sedang pergi ke salah satu pusat perbelanjaan , dan pada saat mereka ingin makan, salah seorang anggota keluarga tersebut menanyakan restoran yang mana yang akan mereka pilih. Hal ini akan menyebabkan keterlibatan setiap anggota keluarga A untuk berpikir dan mengambil keputusan yang baik. Pasti nya dalam pikiran mereka, mereka sebagai konsumen akan memilih restoran yang kualitasnya baik dengan harga yang relative murah. Setelah keluarga A tersebut memutuskan restorannya dan akhirnya mereka melakukan studi perilaku konsumen.
Maksud dari studi perilaku konsumen ialah konsumen melakukan pembelajaran dari hal yang sudah mereka lakukan dan kemudian konsumen akan memberikan penilaian terhadap kualitas produk.

C.    Variabel yang Mempengaruhi Pembelian
Sebagai konsumen saya sebelum menentukan pembelian dipengaruhi oleh beberapa factor, diantara nya adalah ;
1)    Factor budaya
Factor ini adalah factor penentu yang paling mendasar. Karena didalam factor budaya terdapat kumpulan nilai, pandangan, dan sikap khususnya dari keluarga konsumen sendiri. Factor ini terdiri dari budaya masyarakat, sub-budaya, dan kelas social ( tingkatan social). Sub-budaya pun dipengaruhi oleh ras, etnik, agama, kelompok, letak geografis.

2)   Factor social
Factor ini dipengaruhi oleh kelompok acuan, keluarga, peran dan status.

3)   Factor pribadi
Factor ini didasarkan dari karakter hidup konsumen seperti, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri pembeli.

4)   Factor psikologis
Factor ini muncul dari dalam diri individu.

D.   Siklus Kehidupan Keluarga dan Perilaku Pembelian
Keluarga mempengaruhi proses pembelajaran, sikap, persepsi dan perilaku orang – orang yang ada di dalamnya. Oleh kareana itu, konsumen secara langsung atau tidak langsung sangat dipengaruhi oleh keluaraga. Keluarga ditinjau dari persepektif lingkungan pengambilan keputusan, merupakan unit kecil pusat  pengambilan keputusan konsumen. Misalkan pemilihan tempat berlibur  dipengaruhi oleh anak – anak. Jadi keluaraga merupakan “kelompok” yang mempunyai pola pengambilan keputusan komplek karena melibatkan anggota keluarga, karena pengambilan keputusan sangat kompleks pola pengambilan keputusan yang terjadi antara keluaraga tentunya tidak sama. Keluaraga muda yang baru menikah  kurang dari enam bulan tentu akan berbeda dengan keluaraga yang memiliki anak yang duduk dibangku kuliah.      
          Siklus Kehidupan keluarga
          Menurt neightbor (1985) tahapan tugas dan masalah – masalah yang menjadi   isu penting dalam setap tahapan siklus kehidupan keluraga sbb:
Tahap perkawinan
          pada tahap ini masing – masing mempunyai tugas untuk menyatu, menyelaraskan dan saling mengenal serta memahami pribadi masing – masing untuk bersama – sama membangun keluaraga.
2.Tahap Melahirkan anak
          Pada tahap ini anak lahir dan tugas utama adalah bagaimana menciptakan        suasana dan peran dengan adanya kehadiran anak.pada tahap ini bagaimana     dapat salingh berbagi dengan adanya kehadiran anak, mengatur kembali peran      masing -  masing, mana yang menjadi tugas suami dan mana yang menjdi tgas         istri mengasuh anak
3. Tahap membesarkan anak- anak memasuki sekolah dasar
          pada tahap ini tugas utamnya adalah emngasuh dan mendidik anak – anak. Pada          tahap ini tentang menyediakan lingkungan yang aman untukpertumbuhan anak      – anak, bagaimana menjdai orang tua yang baik, keterlibatan dengan      masyarakat, waktu yang lebih banyak untuk mencurahkan kepada anak -        anak,terutama untuk ibu dan bagaimana memberikan perhatian dan mengasuh     yang adil diantara anak -anak.
4.Membesarkan anak -anak usia remaja
          pada tahap ini orang tua mempunyai tugas penting dalam mengatur batasan – batasan yang boleh dan yang tidak boleh. Neighbour memberikan istilah orang          tua melakukan “boundary testing”. Isu yang penting tahap ini adalah tari –     meneraik antara mengendalikan dan memberikan kebebasan kepada remaja,         berusaha untuk mempunyai pengaruh karena adanya pembrontakan pada anak,    masalah individualisasi dan keinginan anak mulai dilepaskan
5.keluarga mulai melepaskan anak -anak
          Pada tahap ini anak – anak mulai menikah dan oarang tua mulai akan       ditinggalkan anak -anak.tugas orang tua adalah mempersiapkan anak -anaknya          siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Perubahan trasnsisi peran         yang dilakukan setelah anak -anak tinggal di rumah dengan peran anatara       ketika anak -anak berkeluaraga sendiri. Orang tua merasa an perlu           penyesuaian antara suami istri dengan kondisi baru.
6.Tahap – tahp pertengahan
pada tahap ini suami istri berusaha untuk melakukan evaluasi diri dan menilai kembali peran dan apa yang dilakukan masing – masing. Timbulnya krisis tengah baya, p[erasaan puas atau sebaliknya munculnya kekecewaan, menerima keterbatasan, perubahan citra diri, antisipasi terhadap mas apensiun atau bahkan mulai ditinggalkan oelh oarang tua karena meninngal
7.Usia tua
Pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah menghadapi kematian.isu-isu penting timbul adalh munculnya penyakit tua, mulai mendekat.

E.    Siklus Kehidupan Keluarga Tradisional
Saat ini pendefinisian keluarga secara tradisional mendapat tantangan. Maraknya orang tua tunggal, perceraian, perpisahan dan pernikahan kembali membuat struktur tradisional mengalami perkembangan. Namun penelitian memperlihatkan bahwa siklus hidup sebuah keluarga yang paling menguntungkan adalah model keluarga tradisional, dan model yang lain dianggap sebagai deviasi dari norma ini (Carter & McGoldrick, 1999).

F.    Struktur Keluarga dan Rumah Tangga yang Berubah
Apa yang dimaksud dengan sturktur keluarga kontemporer? Bagaimana struktur itu berubah? Bagaimana struktur itu mempengaruhi konsumsi? Apakah realitas yang berkembang dari struktur keluarga merupakan masalah atau peluang untuk organisasi pemasaran? Ini adalah beberapa dari pertanyaan yang para peneliti konsumen berusaha menjawabnya. Banyak jawaban tersebut melibatkan data dari sensus dasawarsa dan laporan sementara oleh Biro Sensus?
1.     Menikah atau Single.
2.     Ukuran Rumah Tangga.
3.     Perkawinan dalam usia yang lebih lanjut.
4.     Boom orang single.
5.     Perceraian dan perilaku konsumen.
6.     Orang-orang single yang hidup bersama.
7.     Pemasaran untuk orang single.
8.     Perkawinan kembali
 
Metodologi Penelitian Untuk Studi Tentang Keputusan Keluarga

Bila anda menyiapkan analisis pengaruh keluarga pada keputusan keluarga dalam hal pembelian atau konsumsi, sebagian besar teknik penelitian akan sama dengan studi penelitian pemasaran yang lain.
1.     Kerangka Proses-Keputusan.
2.     Kategori Sturktur-Peran.
3.     Bias Pewawancara.
4.     Seleksi Responden .

SUMBER :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar