Sabtu, 04 Januari 2014

PENGARUH BUDAYA DALAM PERILAKU KONSUMEN

Pengaruh Budaya Terhadap Perilaku Konsumen
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Budaya mengacu pada seperangkat nilai, gagasan, artefak dan simbol yang mempunyai makna, yang membantu individu berkomunikasi, memberikan tafsiran serta melakukan evaluasi. Budaya tidak hanya bersifat naluriah saja, namun budaya memberikan dampak pada perilaku yang dapat diterima didalam masyarakat. Beberapa sikap dan perilaku yang dipengaruhi budaya, meliputi : (James Engel,2002 :70).

a. Rasa dan ruang

b. Komunikasi dan bahasa

c. Pakaian, penampilan

d. Makanan dan kebiasaan makan

e. Waktu

f. Hubungan (keluarga, organisasi, pemerintah, dsbnya)

g. Nilai dan norma

h. Kepercayaan dan sikap

i. Proses mental dan pembelajaran

j. Kebiasaan kerja

Budaya meliputi 2 (dua) hal penting, yaitu :

1. Makro budaya

Merupakan seperangkat nilai dan simbol yang berlaku pada keseluruhan masyarakat. Masyarakat mengacu pada sistem sosial yang lebih besar dan bersifat kompleks, namun terorganisasi denganbaik

2. Mikro Budaya

Mengacu pada seperangkat nilai dan simbol dari kelompok yang lebih terbatas, misalnya kelompok agama, etnis atau sub bagian dari keseluruhan. Pada umumnya mikro budaya seringkali disebut sebagai sub budaya, namun agar tidak terjadi inferioritas, maka digunakan istilah sub budaya.

Budaya mencakup elemen abstrak dan materiil, elemen abstrak mencakup nilai, sikap, gagasan, tipe kepribadian, gagasan, serta agama. Sedangkan, komponen materiil mencakup benda benda seperti buku, komputer, peralatan, gedung, dsbnya.

Konsumen mendapatkan nilai nilai budaya karena budaya merupakan sesuatu yang bisa dipelajari, saat manusia lahir ia belajar tentang norma yang berada dilingkungannya, yang dilakukan dengan cara peniruan (imitation) atau dengan mengamati proses yang terjadi didalam masyarakat. Pada saat akan membuat perencanaan iklan perlu diketahui pula nilai nilai budaya yang dianut oleh konsumen, misalnya tentang cara berpakaian, selera makanan, cara mereka menghabiskan waktu luang, dsbnya.

Budaya selalu ditanamkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, terutama dilakukan melalui lembaga seperti keluarga, pendidikan,agama, dan sekolah. Sehingga, nilai-nilai budaya yang ditanamkan sejak kecil melalui keluarga, akan tertanam dalam individu sejak kecil hingga dewasa, meskipun nilai nilai budaya juga bisa ditanamkan melalui pendidikan, dimana pendidikan sebagai proses belajar dan transfer ilmu juga dipakai untuk mengenalkan budaya kepada individu. Individu mengenal budaya dari sejak sekolah dasar, dan diajarkan untuk mencintai budaya yang ada, sehingga peran budaya ini akan terbawa dalam sikap dan perilaku konsumen.

Budaya senantiasa berkemband dan budaya menjadi sebuah entitas (entity), dimana budaya merupakan entitas yang melayani manusia dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan biologis dan sosial dasar dari masyarakat.

Budaya bersifat adaptif, dimana strategi pemasaran yang didasarkan pada nilai-nilai masyarakat harus bersifat adaptif. Budaya beradaptasi dengan perubahan yang terjadi didalam masyarakat, sehingga untuk mengenali trend yang ada didalam masyarakat serta menciptakan strategi pemasaran yang tepat, harus mengacu pada nilai budaya yang ada dalam masyarakat, karena hal-hal yang terjadi didlam masyarakat bisa saja kontroversial tetapi dengan adanya budaya, maka perubahan yang terjadi didalam masyarakat dapat diprediksi dengan menggunakan budaya setempat.

Nilai budaya yang dianut di Amerika

Di Amerika nilai budaya yang terjadi didalam masyarakat di Amerika dapat diamati. Adapun nilai yang dianut di Amerika, adalah :

1. Kesejahteraan Materiil

Orang Amerika menyukai hal-hal yang bersifat modern,kepraktisan dan kenyamanan.

2. Tafsiran Moral Ganda

Orang Amerika percaya akan moralitas yang terpolarisasi. Penilaian ganda yang dimaksud legal ilegal, sekuler sakral.

3. Bekerja lebih penting daripada bermain

Bekerja merupakan hal yang penting, seseorang dianggap maju dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Sedangkan, bermain dan bersenang-senang lebih dihubungkan dengan perilaku yang tidak serius, kesenangan dan anak-anak.

4. Waktu adalah uang

Pandangan Orang Amerika mengenai waktu berhubungan erat dengan nilai-nilai inti Amerika. Kerja dibayar dalam periode waktu yang berhubungan dengan uang. Orang Amerika bekerja selama 8 hinggga 10 jam per haru, bila kerja lebih lama uang yang diperoleh juga semaikin banyak

5. Upaya, optimisme dan Kewirausahaan

Orang Amerika percaya harus diidentifikasi dan upaya harus dikerahkan untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan upaya yang tepat dan optmis akan keberhasilan. Orang amerika percaya bahwa setiap masalah pasti ada pemecahannya.

REFRENSI
•         Engel FJ, Roger D Blakwell, Paul W Miniard ( 1994), Perilaku Konsumen, Terjemahan, Binarupa Aksara, Jakarta.
•         Loudon D and Della Bitta, JA (1993), Consumer Behavior : Concepts and Applications, Mc Graw-Hill.
•         Mowen CJ and Minor M,(1998), Consumer behavior, Prentice Hall
•         Peter JP and Jerry C Olson ( 2000),Consumer Behavior : Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Erlangga, Jakarta
•         Sciffman GL and Kanuk,L (1994) Consumer Behavior, Prentice Hall

•         Nugroho J Setiadi, (2003), Perilaku Konsumen : Konsep & Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran, Kencana, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar